Strategi Jitu Tembus Jurnal Terakreditasi (SINTA & Scopus) Tanpa Revisi Mayor


 "Publish or Perish" (Publikasi atau Binasa). Frasa ini mungkin terdengar menyeramkan, namun itulah realitas dunia akademik saat ini. Baik Anda mahasiswa yang mengejar syarat wisuda atau dosen yang mengurus kepangkatan, publikasi di jurnal ilmiah terakreditasi (SINTA) atau bereputasi internasional (Scopus/WoS) adalah harga mati.

Masalahnya, mengirim naskah ke jurnal tidak semudah mengirim email. Proses review yang ketat seringkali membuat naskah kita ditolak (rejected) mentah-mentah atau diminta revisi habis-habisan (major revision).

Agar naskah Anda dilirik oleh Editor dan Reviewer, perhatikan 5 strategi kunci berikut ini:

1. Jangan "Salah Kamar" (Pilih Scope yang Tepat)

Naskah sebagus apapun akan langsung ditolak jika tidak sesuai dengan Focus and Scope jurnal.

  • Tips: Jangan memaksakan artikel Hukum Keluarga Islam masuk ke jurnal Ekonomi Murni, kecuali Anda membahas aspek ekonominya. Baca edisi-edisi sebelumnya (archive) dari jurnal tujuan Anda untuk memahami gaya selingkung mereka.

2. Judul yang "Sexy" dan Abstrak yang Menjual

Editor jurnal biasanya hanya punya waktu 2-3 menit untuk memutuskan apakah naskah Anda layak diproses atau tidak (desk rejection).

  • Judul: Hindari judul yang klise seperti "Pengaruh X terhadap Y di Kota Z". Cobalah buat judul yang menonjolkan temuan atau novelty (kebaruan).

  • Abstrak: Harus memuat: Masalah (1 kalimat), Tujuan, Metode, Temuan Utama (paling penting), dan Implikasi. Jangan bertele-tele di latar belakang.

3. State of The Art (Kebaruan Riset)

Ini adalah pertanyaan favorit Reviewer: "Apa bedanya tulisan Anda dengan tulisan si A tahun lalu?"

  • Solusi: Di bagian Pendahuluan, Anda wajib memaparkan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan (literature review), lalu tunjukkan di mana letak celah (gap) yang belum dibahas. Di situlah artikel Anda masuk untuk mengisi kekosongan tersebut.

4. Kualitas Daftar Pustaka (Referensi)

Jurnal berkualitas menuntut referensi yang berkualitas pula.

  • Aturan Main: Pastikan 80% referensi Anda berasal dari Jurnal Ilmiah (bukan buku ajar/blog), dan terbitan 5-10 tahun terakhir. Gunakan tools seperti Mendeley atau Zotero untuk memastikan format sitasi Anda sempurna (APA, Chicago, Turabian, dll).

5. Struktur IMRAD

Pastikan alur tulisan Anda mengikuti standar internasional:

  • Introduction (Pendahuluan: Kenapa riset ini penting?)

  • Methods (Metode: Bagaimana cara Anda melakukannya?)

  • Results (Hasil: Apa yang Anda temukan?)

  • And

  • Discussion (Pembahasan: Apa makna temuan tersebut dan kaitannya dengan teori?)

  • Catatan: Bagian Discussion adalah bagian terpenting. Jangan hanya mengulang angka hasil, tapi bunyikan datanya!


Bingung Mulai dari Mana? Kami Siap Bantu!

Menulis artikel jurnal memang membutuhkan "nafas panjang" dan ketelitian ekstra. Tak jarang, kendala bahasa (untuk jurnal internasional) atau kerumitan format OJS (Open Journal Systems) membuat penulis putus asa.

Asisten Akademik hadir untuk mempermudah jalan publikasi Anda. Kami menyediakan layanan pendampingan komprehensif:

  • Proofreading & Translate: Memastikan bahasa Indonesia baku atau penerjemahan ke bahasa Inggris akademik (Academic English) yang natural.

  • Format & Layout: Menyesuaikan naskah Anda dengan template jurnal tujuan (margin, font, citation style) agar tidak ditolak karena alasan teknis.

  • Cek Plagiasi & Parafrase: Menurunkan similarity index Turnitin agar aman dari isu etika.

  • Pendampingan Submit: Bingung cara register dan submit di OJS? Kami pandu langkah demi langkah.

Publikasi adalah investasi nama baik dan karir akademik Anda. Pastikan naskah Anda berada di tangan yang tepat sebelum dikirim.

👉 Konsultasikan draf artikel Anda sekarang via WhatsApp kami!

Bagikan:

WhatsApp